IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TENTANG RUKUN DAN SYARAT SAH SHOLAT SERTA TATA CARA SHOLAT FARDHU UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DAN HASIL BELAJAR
Keywords:
Video, Rukun dan Syarat Sah Shalat, Pemahaman dan Hasil BelajarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan metode pembelajaran berbasis video dalam pembelajaran materi rukun dan syarat sah sholat, tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk mengaktifkan setiap individu untuk berpartisipasi dalam belajar. Karena banyak siswa kelas 7 MTs yang kurang memahami rukun dan syarat sah sholat karena metode pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 3 siklus, dengan masing-masing siklus yang terdiri dari empat tahapan. Penelitian Tindkan Kelas dilaksanakan dalam suatu proses yang runtut dan terdiri dari empat tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan atau eveluasi, refleksi. Sebagai suatu upaya untuk mewujudkan tujuan tujuan tersebut, Keempat tahapan tahapan tersebut dilakukan dalam siklus 1, siklus II maupun siklus III. Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini dikatakan tecapai apabila dalam proses pembelajaran terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fiqih bab shalat fardhu menggunakan metode media pembelajaran aktif berbasis video ditandai dengan presentase hasil belajar mencapai 80%. Penerapan metode media pembelajaran aktif berbasis video dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas VII di MTs. AL-MA’HADUL ISLAM Tahun Pelajaran 2023/2024 hasil tes belajar siswa mengalami peningkatan ketuntasan belajar individu pada siklus I, siklus II ke siklus II, hal ini ditandai dengan 13 siswa yang tuntas pada siklus I memperoleh nilai rata rata 75,1 dengan persentase ketuntasan mencapai 68,4, pada siklus II 16 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 78,6 dengan persentase ketuntasan 84,2 dan meningkat menjadi 19 siswa (semua siswa) yang tuntas pada siklus III yang memperoleh nilai rata rata 81,2 dengan persentase ketuntasan mencapai 100






